Frekuensi relatif adalah cacahan suatu nilai dibagi jumlah seluruh data: f = n / N. Jika 6 dari 20 jawaban berbunyi “angkot”, frekuensi relatifnya 6/20, yang disederhanakan dan sama dengan 0,30, yaitu 30%. Semua frekuensi relatif dalam satu kumpulan data berjumlah 1.
Dengan kalkulator yang menunjukkan berapa bagian suatu jumlah terhadap jumlah lain, kamu mendapat tiap hasil bagi dalam bentuk paling sederhana. Panduan ini menjelaskan cara menyusun tabel lengkap, cara mengumpulkannya secara kumulatif, dan cara mengubahnya ke persen. Jika kamu mencari model teorinya, lihat peluang dengan pecahan.
Tabel frekuensi lengkap
Setiap baris memakai penyebut yang sama, yaitu jumlah seluruh data, lalu disederhanakan sendiri-sendiri.
| Cara ke sekolah | Frekuensi absolut | Frekuensi relatif | Disederhanakan | Persen |
|---|---|---|---|---|
| Angkot | 6 | 6/20 | 3/10 | 30% |
| Sepeda | 5 | 5/20 | 1/4 | 25% |
| Jalan kaki | 7 | 7/20 | 7/20 | 35% |
| Motor | 2 | 2/20 | 1/10 | 10% |
| Total | 20 | 20/20 | 1 | 100% |
Baris terakhir berfungsi sebagai pemeriksaan: cacahan berjumlah 20, pecahan berjumlah 1, dan persen berjumlah 100%. Jika salah satu dari ketiga jumlah itu tidak cocok, ada data yang terlewat atau cacahan yang salah disalin.
Contoh soal: cara 20 orang berangkat ke sekolah
Dalam survei dengan 20 jawaban, 6 orang naik angkot, 5 naik sepeda, 7 berjalan kaki, dan 2 naik motor. Berapa frekuensi relatif angkot?
- Hitung totalnya. 6 + 5 + 7 + 2 = 20 jawaban.
- Bagi cacahan dengan total. 6/20.
- Sederhanakan dengan FPB. FPB dari 6 dan 20 adalah 2, jadi 6/20 = 3/10.
- Ubah ke desimal dan persen. 3/10 = 0,30 = 30%.
Hasil: 3/10, yaitu 30%.
Pemeriksaan: 0,30 × 20 = 6, cacahan awal.
Mengapa frekuensi relatif berjumlah 1
Setiap jawaban termasuk dalam satu kategori saja, dan semua kategori bersama-sama mencakup seluruh jawaban. Saat menjumlahkan 6/20 + 5/20 + 7/20 + 2/20, pembilangnya menghitung tiap jawaban satu kali dan bernilai 20, sama dengan penyebutnya. Hasilnya 20/20 = 1, berapa pun banyaknya kategori. Syaratnya, kategori tidak saling tumpang tindih dan tidak ada data yang tertinggal; kalau ada data yang kosong, catat berapa banyaknya dan putuskan apakah ikut dihitung dalam total.
Frekuensi relatif kumulatif
Frekuensi kumulatif suatu kategori adalah jumlah frekuensi relatifnya dan frekuensi relatif semua kategori sebelumnya, dalam urutan yang bermakna. Ia menjawab pertanyaan “berapa bagian data yang sampai di titik ini?”. Frekuensi ini hanya dipakai untuk nilai yang berurutan, seperti banyaknya saudara atau nilai ulangan, dan tidak untuk kategori tanpa urutan seperti cara berangkat ke sekolah.
Contohnya 25 jawaban tentang banyaknya saudara kandung tiap orang. Ada 5 orang dengan 0 saudara, 10 dengan 1, 7 dengan 2, dan 3 dengan 3.
| Saudara | Frekuensi absolut | Relatif | Kumulatif |
|---|---|---|---|
| 0 | 5 | 1/5 | 1/5 |
| 1 | 10 | 2/5 | 3/5 |
| 2 | 7 | 7/25 | 22/25 |
| 3 | 3 | 3/25 | 1 |
Nilai kumulatif 22/25 berarti 22 dari 25 orang punya paling banyak 2 saudara, dan kolom ini selalu berakhir di 1. Untuk menghitung satu rentang, kurangkan nilai kumulatifnya, sehingga pecahan dengan tepat 3 saudara adalah 1 − 22/25 = 3/25.
Untuk rata-rata dari tabel, kalikan tiap nilai dengan frekuensi absolutnya, jumlahkan, lalu bagi dengan total, sehingga hasilnya (0 + 10 + 14 + 9)/25 = 33/25 = 1,32 saudara. Dengan frekuensi relatif hasilnya sama, 0 × 1/5 + 1 × 2/5 + 2 × 7/25 + 3 × 3/25 = 33/25. Kalkulator rata-rata pecahan menghitung rata-rata seperti ini untuk nilai berbentuk pecahan.
Pecahan, desimal, dan persen
Persen adalah frekuensi relatif dengan penyebut 100, misalnya 7/20 = 35/100 = 35%. Desimalnya berhenti bila pecahan paling sederhananya hanya punya faktor 2 dan 5 pada penyebut, seperti 1/8 = 12,5%. Dengan faktor lain, seperti 1/3, desimalnya berulang dan dibulatkan. Kalkulator pecahan ke persen mengerjakan langkah ini untukmu, dan tabel pecahan, desimal, dan persen memuat padanan yang paling sering dipakai. Jika kamu lebih suka melihatnya dalam lingkaran, diagram lingkaran dengan pecahan membagi 360° menurut pecahan yang sama.
Persen yang dibulatkan berjumlah 99%
Tiga kategori yang masing-masing 1/3 menghasilkan 33,33…% per kategori. Setelah dibulatkan ke satuan, 33 + 33 + 33 = 99. Karena pecahannya berjumlah 1 dan totalnya harus 100%, tambahkan satu poin yang kurang ke salah satu kategori dan tuliskan penyesuaiannya dalam catatan. Tampilkan pecahannya lebih dulu, karena berjumlah 1, dan sajikan persen sebagai bacaan yang dibulatkan.
Kapan memakai pecahan dan kapan persen
Dengan sedikit kategori dan cacahan kecil, pecahan yang disederhanakan praktis dan jumlahnya bisa diperiksa dengan tangan. Dengan dua puluh kategori, pecahan menjadi merepotkan dan persen lebih mudah dibaca. Dalam kasus itu, simpan cacahannya untuk pemeriksaan. Frekuensi relatif hanya menggambarkan data yang teramati: ia tidak bisa dipakai untuk bicara tentang orang yang tidak menjawab atau kelompok lain. Untuk membawa gagasan ini ke konteks lain, halaman penerapan memuat penggunaan seperti harga per satuan.
Sumber
Wikipedia bahasa Indonesia, artikel Distribusi frekuensi: menyebut distribusi frekuensi sebagai daftar, tabel, atau diagram yang menunjukkan frekuensi berbagai kejadian dalam suatu sampel, dan contoh tabelnya memuat kolom jumlah kumulatif (diakses 17 Oktober 2026). Artikel itu tidak mendefinisikan frekuensi relatif; rumus f = n / N di halaman ini adalah pembagian cacahan dengan total yang diperlihatkan pada contoh.