Cara menyelesaikannya
- Tentukan totalnya: itu penyebut.
- Tentukan bagian yang ditanyakan: itu pembilang.
- Tulis bagian/total.
- Sederhanakan pecahannya.
15/24 = 5/8
Hasil: 5/8
Kesalahan umum:Salah: 20/12.Benar: 12/20 = 3/5.Bagian berada di atas dan total di bawah. Jika 12 dari 20 siswa lulus, pecahannya 12/20 = 3/5, bukan 20/12.
Untuk mengetahui berapa bagian suatu nilai dari keseluruhan, bagi nilai bagian dengan nilai keseluruhan. Jika 15 dari 60 orang memenuhi suatu kriteria, maka 15 ÷ 60 = 1/4 = 25%. Kalkulator menyederhanakan pecahan hasil pembagian dan menampilkan persentasenya secara eksak.
Masukkan bagian dan keseluruhan
- Isi Bagian dengan 15 dan Keseluruhan dengan 60.
- Gunakan label satuan yang sama bila diperlukan, lalu pilih Hitung.
- Baca hasil 1/4 dan 25%; periksa 1/4 × 60 = 15.
Masukkan nilai yang dibandingkan sebagai Bagian dan nilai acuannya sebagai Keseluruhan. Keseluruhan harus bukan nol karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi. Kedua kolom menerima bilangan bulat, pecahan, desimal berhingga, dan bilangan campuran.
Label satuan pada kedua kolom bersifat opsional, tetapi jika digunakan, keduanya harus sama. Kalkulator tidak mengonversi satuan. Sebelum membandingkan 500 g dengan 1 kg, ubah terlebih dahulu menjadi satuan yang sama, misalnya 500 g ÷ 1000 g = 1/2.
Bagaimana bagian dari keseluruhan dihitung?
Rumusnya adalah bagian ÷ keseluruhan. Untuk 15 dari 60 orang, hasil pembagian 15/60 disederhanakan menjadi 1/4. Kalikan pecahan itu dengan 100 untuk memperoleh persentase: 1/4 × 100 = 25%.
Persentase berulang tetap ditampilkan sebagai pecahan eksak. Misalnya, 1/3 dari suatu keseluruhan sama dengan 100/3%, bukan tepat 33,33%. Angka desimal yang dibulatkan dapat membantu perkiraan, tetapi pecahan tetap menyatakan hasil persis.
Contoh ringkas dan pemeriksaan
| Bagian | Keseluruhan | Pecahan | Persentase |
|---|---|---|---|
| 15 | 60 | 1/4 | 25% |
| 3 | 5 | 3/5 | 60% |
| 1 | 3 | 1/3 | 100/3% |
Baris pertama menunjukkan seperempat kelompok, sehingga persentasenya 25%. Baris 3 dari 5 memberi 60%. Untuk 1 dari 3, bentuk 100/3% dipertahankan agar hasil tidak berubah menjadi pembulatan desimal.
Hasil di atas 100% dan nilai bertanda
Hasilnya tidak harus antara nol dan satu. Jika bagian bernilai 80 dan keseluruhan 60, maka 80 ÷ 60 = 4/3; persentasenya 400/3%, lebih dari 100%. Ini sah untuk perbandingan dua nilai. Jika bagian seharusnya merupakan sebagian dari suatu kelompok, periksa apakah nilai acuannya sudah benar.
80 ÷ 60 = 4/3 = 1 1/3 = 400/3%
Nilai bertanda juga diterima selama keseluruhan bukan nol. Misalnya, −2 ÷ −1 = 2, sehingga rasionya lebih dari satu. Untuk jumlah benda biasa, masukkan bagian nonnegatif dan keseluruhan positif; hasil pembagian selalu perlu ditafsirkan sesuai konteksnya. Bagian nol dengan keseluruhan bukan nol menghasilkan pecahan 0 dan 0%.
Bedakan bagian dari rasio dua kelompok
Misalkan ada dua kancing merah dan tiga kancing biru. Rasio kancing merah terhadap biru adalah 2/3. Namun, bagian kancing merah dari seluruh lima kancing adalah 2/5 = 40%. Untuk pertanyaan tentang bagian dari keseluruhan, masukkan 2 sebagai bagian dan 5 sebagai keseluruhan.
Untuk mencari pecahan dari jumlah yang sudah diketahui, gunakan pecahan dari suatu jumlah. Jika bagian dan pecahannya diketahui tetapi keseluruhan belum diketahui, buka menentukan keseluruhan dari pecahan. Pecahan ke persen mengubah pecahan yang sudah ada menjadi persentase.
Kapan alat ini digunakan dan kapan perlu alat lain?
Gunakan alat ini ketika bagian dan nilai acuannya sudah diketahui. Jika pecahan saja sudah tersedia, pecahan ke persen melakukan konversi langsung. Jangan memakai kelompok kedua sebagai keseluruhan bila soal meminta bagian dari jumlah dua kelompok.
Pertanyaan umum
Bagaimana mengetahui lima belas adalah berapa bagian dari enam puluh?
Bagi 15 dengan 60 dan sederhanakan 15/60 menjadi 1/4. Untuk persentase, kalikan 1/4 dengan 100 sehingga diperoleh 25%. Jadi lima belas menyatakan seperempat dari nilai acuan enam puluh.
Apa yang menjadi keseluruhan ketika membandingkan dua kelompok?
Keseluruhan adalah jumlah semua kelompok yang dimaksud soal, bukan selalu kelompok kedua. Jika ada 2 kancing merah dan 3 biru, keseluruhannya 5. Bagian merah adalah 2/5; rasio merah terhadap biru adalah 2/3.
Haruskah label satuan bagian dan keseluruhan sama?
Ya, jika label satuan digunakan, keduanya harus sama. Alat tidak mengubah gram menjadi kilogram. Untuk 500 g dari 1 kg, ubah keseluruhan menjadi 1000 g terlebih dahulu, lalu hitung 500/1000 = 1/2.
Bisakah bagian dan keseluruhan dimasukkan sebagai desimal?
Bisa; desimal berhingga dihitung sebagai nilai rasional eksak. Misalnya, 0,5 dibanding 2 memberikan 1/4 atau 25%. Pastikan nilai acuan bukan nol dan gunakan satuan yang sama agar perbandingan memiliki arti.
Mengapa bagian harus dibagi dengan keseluruhan?
Pembagian menunjukkan berapa kali nilai bagian dibandingkan dengan acuannya. Misalnya, 15/60 = 1/4 berarti empat bagian masing-masing sebesar 15 membentuk 60. Mengalikan keduanya tidak menghasilkan ukuran proporsi bagian terhadap keseluruhan.
Bagaimana pecahan bagian diubah menjadi persentase?
Kalikan pecahan dengan 100 karena persen berarti per seratus. Untuk 3/5, hitung 3/5 × 100 = 60%. Pecahan awal dan persentase itu menyatakan perbandingan sama, hanya menggunakan bentuk penulisan berbeda.
Mengapa satu dari tiga ditampilkan sebagai 100/3 persen?
Nilai 1/3 × 100 tepat sama dengan 100/3%. Bentuk desimalnya berulang sehingga 33,33% bukan hasil eksak. Pecahan mempertahankan nilai sebenarnya tanpa memerlukan pilihan jumlah angka desimal atau pembulatan.
Bagaimana memeriksa pecahan bagian terhadap keseluruhan?
Kalikan pecahan hasil dengan keseluruhan untuk memperoleh bagian awal. Jika 15 dibanding 60 menghasilkan 1/4, pemeriksaannya 1/4 × 60 = 15. Pemeriksaan ini memakai pecahan eksak, bukan persentase desimal yang dibulatkan.
Apa arti bagian lebih besar daripada keseluruhan?
Rasionya lebih besar dari 1 dan persentasenya melebihi 100%. Misalnya, 80 dibanding 60 menghasilkan 4/3 atau 400/3%. Perbandingan tersebut sah, tetapi periksa acuan jika soal dimaksudkan sebagai bagian dari satu kelompok.
Mengapa nilai keseluruhan nol tidak dapat dipakai sebagai acuan?
Pembagian dengan nol tidak terdefinisi sehingga bagian/0 tidak menghasilkan pecahan valid. Larangan ini juga berlaku untuk bagian nol: 0/0 tidak menentukan satu perbandingan. Pilih keseluruhan bukan nol agar rasio dapat dihitung.
Apa hasil bagian nol terhadap keseluruhan bukan nol?
Hasil pecahannya nol dan persentasenya 0%. Misalnya, 0 dari 60 memberikan 0/60 = 0. Nilai keseluruhan tetap harus bukan nol; aturan bagian nol tidak membenarkan penggunaan acuan nol.
Apakah perbandingan bagian bertanda negatif boleh dihitung?
Boleh selama keseluruhan bukan nol. Misalnya, −2 dibanding −1 memberikan rasio 2 atau 200%. Nilai bertanda memiliki makna aljabar; untuk jumlah benda fisik, biasanya bagian nonnegatif dan keseluruhan positif lebih sesuai.