Cara menyelesaikannya
- Tulis pecahan dari total yang diwakili jumlah yang diketahui.
- Bagi jumlah itu dengan pembilang: hasilnya satu bagian.
- Kalikan bagian itu dengan penyebut: hasilnya total.
- Periksa dengan menghitung pecahan dari total.
14 ÷ 2 = 7
7 × 3 = 21
Hasil: 21
Kesalahan umum:Salah: 18 × 3/5 = 54/5.Benar: 18 ÷ 3/5 = 30.Jika 3/5 dari total adalah 18, totalnya lebih besar dari 18. Mengalikan 18 dengan 3/5 menghasilkan bilangan lebih kecil; harus dibagi.
Tulis bagian di kolom “Jumlah diketahui” dan pecahannya di kolom “Pecahan diketahui”; kamu boleh menambahkan satuan, yang akan disalin ke keseluruhan. Dengan bagian 18 dan pecahan tiga perlima, hasilnya 30 dan pemeriksaannya muncul di bawahnya. Kalkulator menerima bilangan bulat, pecahan, desimal berhingga, dan pecahan campuran. Jika yang kamu cari adalah bagiannya, pakai pecahan dari suatu jumlah; jika yang dicari pecahannya, buka berapa bagiannya.
Contoh soal: kapasitas sebuah tangki
Sebuah tangki berisi 18 liter air, dan jumlah itu memenuhi 3/5 kapasitasnya. Berapa kapasitas seluruh tangki?
- Kenali datanya. 18 liter adalah isi tangki sekarang; kapasitas tangki adalah yang belum diketahui.
- Cari nilai tiap seperlima. Tiga perlima sama dengan 18, jadi satu perlima adalah 18 ÷ 3 = 6 liter.
- Hitung semua seperlima. Tangki penuh terdiri dari 5 perlima, yaitu 5 × 6 = 30 liter.
- Tulis sebagai satu operasi. 18 ÷ 3/5 = 18 × 5/3 = 90/3 = 30.
Hasilnya 30 liter.
Pemeriksaan. 3/5 dari 30 adalah 18, yaitu jumlah awal. Selain itu, 30 lebih besar daripada 18, sesuai dengan pecahan yang kurang dari 1.
18 ÷ 3 = 6 per seperlima; 6 × 5 = 30
Mengapa membagi dengan pecahan
Hubungan awalnya adalah bagian = pecahan × keseluruhan. Untuk mendapatkan keseluruhan, perkalian itu harus dibalik, dan membalik perkalian berarti membagi dengan pecahan. Membagi dengan pecahan sama dengan mengalikan dengan kebalikannya, 5/3, karena hasil kali keduanya 1. Wikipedia bahasa Indonesia, pada bagian “Pembagian” di artikel Pecahan, menuliskan aturannya sebagai a/b ÷ c/d = a/b × d/c.
Pembagian memberi keseluruhan, dan perkalian balik memeriksanya. Jika keseluruhan yang kamu peroleh tidak menghasilkan bagian semula saat dikalikan dengan pecahan, berarti ada data yang tertukar.
Yang dicari: bagian, pecahan, atau keseluruhan
Ketiga soal memakai tiga bilangan yang sama, tetapi masing-masing mengosongkan satu data. Tentukan dulu mana yang belum kamu ketahui, baru pilih operasinya.
| Yang dicari | Operasi | Contoh |
|---|---|---|
| Bagian | Kalikan keseluruhan dengan pecahan | 5/8 dari 80 = 50 |
| Pecahan | Bagi bagian dengan keseluruhan | 50 dari 80 = 5/8 |
| Keseluruhan | Bagi bagian dengan pecahan | 50 ÷ 5/8 = 80 |
Halaman ini menyelesaikan baris terakhir. Baris pertama dikerjakan di pecahan dari suatu jumlah dan baris kedua di berapa bagian dari keseluruhan.
Jalan pintas yang mirip juga keliru. Mengalikan hanya dengan penyebut memberi keseluruhan yang benar hanya jika pembilangnya 1. Untuk 2/7, bagi dulu dengan 2.
Kasus yang mengubah cara menyusun soal
Caranya selalu sama, tetapi kalimat soal kadang menyembunyikan pecahan yang dimaksud. Tabel berikut merangkum kasus yang paling sering membingungkan dan apa yang harus ditulis di tiap kasus.
| Kasus | Perhitungan | Keseluruhan |
|---|---|---|
| Data langsung | 28 adalah 2/7 dari keseluruhan: 28 ÷ 2/7 | 98 |
| Data yang tersisa | Kamu memakai 1/4 dan tersisa 24: 24 ÷ 3/4 | 32 |
| Pecahan lebih dari 1 | 15 adalah 5/4 dari keseluruhan: 15 ÷ 5/4 | 12 |
| Hasil bukan bilangan bulat | 10 adalah 4/7 dari keseluruhan: 10 ÷ 4/7 | 35/2, yaitu 17 1/2 |
| Persen | 25% adalah 40, dan 25% = 1/4: 40 ÷ 1/4 | 160 |
Pada kasus kedua, pecahan yang ditulis adalah yang tersisa, 1 − 1/4 = 3/4, bukan yang sudah dipakai. Pada kasus ketiga, bagiannya melebihi keseluruhan karena dibandingkan dengan acuan yang lebih kecil. Kasus keempat tidak menghasilkan bilangan bulat dan kalkulator menampilkannya sebagai pecahan; desimal yang dibulatkan hanyalah perkiraan, dan pecahan ke desimal menunjukkan semua angkanya. Pada kasus terakhir, kalkulator persentase menghitung hal yang sama dengan persen yang langsung ditulis.
Di mana perhitungan ini dipakai
Hampir semua soal jenis ini memberikan satu bagian dan meminta keseluruhannya: harga awal sebuah barang yang diskon, jika kamu tahu berapa yang dibayar, buku yang halaman terbacanya diketahui, atau sekelompok orang yang jumlah salah satu jenisnya diketahui. Jika soal berbunyi “120 itu 2/5 dari semuanya”, inilah perhitungannya: 120 ÷ 2/5 = 300. Jika soal menggabungkan beberapa pengeluaran atau pembagian, panduan soal pecahan dari sisa menunjukkan cara meringkasnya menjadi satu pecahan, dan soal cerita pecahan memuat lebih banyak soal untuk latihan.
Untuk membagi pecahan dengan bilangan bulat, yang merupakan soal lain, pakai pembagian pecahan. Pecahan yang sama dengan 0 tidak bisa dipakai di sini: tidak ada keseluruhan yang mengubahnya menjadi bagian bukan nol, sehingga kalkulator menolaknya.
Sumber
Wikipedia bahasa Indonesia, artikel Pecahan, bagian “Pembagian”: a/b ÷ c/d = a/b × d/c (diakses 17 Oktober 2026).
Pertanyaan umum
Bolehkah pecahan ditulis sebagai desimal?
Boleh, selama desimalnya berhingga. Tulis 0,25 sebagai ganti 1/4 dengan bagian 7: hasilnya 28, sama dengan hasil memakai pecahan. Jika desimalnya berulang, seperti 0,333…, pakai pecahan 1/3, karena desimal yang dibulatkan akan mengubah keseluruhannya.
Bagaimana menyelesaikan soal dengan dua kali pengeluaran berurutan?
Hitung dulu pecahan dari keseluruhan yang tersisa setelah kedua pengeluaran. Jika kamu memakai setengah, lalu sepertiga dari sisanya, yang tersisa 1/2 × 2/3 = 1/3 dari keseluruhan. Dengan sisa 20, keseluruhannya 20 ÷ 1/3 = 60. Panduan soal pecahan dari sisa membahas lebih banyak kasus.
Bagaimana jika bagian yang diketahui berupa jam dan menit?
Ubah dulu ke satu satuan. Jika 1 jam 30 menit adalah 3/8 dari satu hari kerja, tulis 90 menit sebagai bagian dan hasilnya 240 menit, yaitu 4 jam. Untuk mengubah pecahan jam, pakai pecahan jam ke menit.