Bagi harga dengan jumlahnya, dengan kedua angka dalam satuan yang sama, lalu bandingkan hasilnya. Kemasan 750 g seharga Rp14.250 jadi Rp19.000 per kilogram, sedangkan kemasan 1 kg seharga Rp18.000 tetap Rp18.000 per kilogram. Walaupun yang kedua lebih mahal di kasir, ia lebih murah per kilogram.
Untuk membagi secara otomatis, kalkulator aturan tiga menyelesaikan proporsi dengan jumlah acuan apa pun. Panduan ini menunjukkan urutan langkahnya dan kasus-kasus yang membuat perbandingan jadi rumit.
| Dijual per | Bagi harga dengan | Contoh |
|---|---|---|
| Berat | Kilogram dalam kemasan | Rp14.250 ÷ 0,75 kg = Rp19.000/kg |
| Volume | Liter dalam kemasan | Rp9.000 ÷ 2 L = Rp4.500/L |
| Buah | Jumlah buah | Rp22.500 ÷ 6 = Rp3.750 per buah |
| Promo beli 2 gratis 1 | Buah yang kamu bawa pulang | 2 × Rp6.000 ÷ 3 = Rp4.000 per buah |
Pada keempat baris, pembaginya adalah jumlah yang kamu beli, diukur dalam satuan yang sama dengan hasilnya.
Pembagian dipakai karena harga bertambah sebanding dengan jumlahnya: barang dua kali lipat berarti harga dua kali lipat. Karena itu hasil bagi harga dengan jumlah adalah bilangan tetap, yaitu harga satu satuan, dan membandingkan penawaran sama dengan membandingkan bilangan tetap itu. Panduan rasio, proporsi, dan pecahan menjelaskan mengapa rasio seperti ini membawa satuannya, tidak seperti pecahan dari suatu keseluruhan. Menurut artikel Wikipedia bahasa Indonesia tentang rasio, hasil bagi yang bersatuan disebut laju. Jika kamu ingin melihat penalaran yang sama dengan lebih banyak besaran, halaman proporsi mengumpulkan kasusnya.
Mengubah gram ke kilogram dan mililiter ke liter
Pilih satuan yang tertera pada label harga, biasanya kilogram atau liter, lalu ubah jumlah dalam kemasan sebelum membagi. Satu gram adalah 1/1000 kilogram dan satu mililiter adalah 1/1000 liter, sehingga 250 g sama dengan 1/4 kg, 500 g sama dengan 1/2 kg, 330 mL sama dengan 33/100 L, dan 1,5 L sama dengan 3/2 L. Jika kedua penawaran sama-sama memakai gram atau sama-sama mililiter, kamu bisa membagi dalam satuan itu dan tetap mendapat perbandingan yang sama, karena urutannya tidak berubah.
Untuk volume caranya sama. Kemasan 2 L seharga Rp9.000 jadi 9.000 ÷ 2 = Rp4.500/L, dan kemasan 500 mL seharga Rp2.500 jadi 2.500 ÷ 0,5 = Rp5.000/L. Kemasan 2 liter yang menang. Jika kamu menulis 500 dan bukan 0,5 L, hasilnya menjadi 1000 kali lebih kecil.
Contoh soal: 750 g seharga Rp14.250 dibanding 1 kg seharga Rp18.000
Dua kemasan produk yang sama: satu berisi 750 g seharga Rp14.250 dan satu berisi 1 kg seharga Rp18.000. Mana yang lebih murah per kilogram?
- Ubah gram ke kilogram. 750 g = 750/1000 kg = 3/4 kg = 0,75 kg.
- Bagi harga pertama. 14.250 ÷ 0,75 = 19.000, jadi Rp19.000/kg.
- Bagi harga kedua. 18.000 ÷ 1 = Rp18.000/kg.
- Bandingkan. 19.000 lebih besar dari 18.000, jadi kemasan 750 g lebih mahal per kilogram.
Hasil: kemasan 1 kg yang menang, lebih murah Rp1.000 per kilogram.
Pemeriksaan: 19.000 × 0,75 = 14.250 dan 18.000 × 1 = 18.000, yaitu harga di label.
Membandingkan paket isi: 6 buah Rp22.500 dibanding 10 buah Rp35.000
Untuk barang yang dihitung per buah, seperti baterai, kaleng, atau yoghurt, pembaginya adalah jumlah buah. Paket isi 6 harganya 22.500 ÷ 6 = Rp3.750 per buah, dan paket isi 10 harganya 35.000 ÷ 10 = Rp3.500. Paket isi 10 lebih murah per buah, dengan selisih 3.750 − 3.500 = Rp250.
Jika isinya tidak sama besar, hitung jumlah total yang benar-benar penting. Paket dengan lebih banyak buah berukuran kecil bisa lebih mahal daripada paket dengan sedikit buah berukuran besar, dan pembagi yang tepat adalah berat, volume, atau jumlah lembar totalnya. Untuk membandingkan tiga penawaran atau lebih, hitung harga per satuan masing-masing lalu urutkan dari yang terkecil dengan alat mengurutkan pecahan.
Promo beli 2 gratis 1 dan barang kedua setengah harga
Promo adalah cara mengubah pembagi atau pembilang, dan diselesaikan dengan hasil bagi yang sama. Pada promo beli 2 gratis 1, kamu membayar 2 buah dan membawa pulang 3, jadi tiap buah hanya 2/3 dari harganya. Untuk produk seharga Rp6.000, harganya 2 × 6.000 ÷ 3 = Rp4.000 per buah. Pada promo barang kedua setengah harga, kamu membayar 6.000 + 3.000 = Rp9.000 untuk dua buah, yaitu Rp4.500 per buah.
Promo beli 2 gratis 1 memperbaiki harga per satuan hanya jika kamu membawa pulang ketiga buahnya dan akan memakainya. Perhitungan persentase bertingkat ada di panduan diskon bertingkat, dan lewat persentase kamu bisa mengubah setiap penghematan menjadi persen.
Kapan harga per satuan terendah bukan pembelian terbaik
Harga per satuan membandingkan harga, bukan kebutuhan. Kemasan besar bisa lebih murah per kilogram tetapi tetap pembelian yang kurang baik jika sebagian produknya rusak sebelum habis dipakai, karena yang terbuang juga dibayar. Ruang penyimpanan, uang yang keluar sekaligus, dan kenyataan bahwa dua produk dengan nama sama belum tentu bermutu sama juga berpengaruh.
Perbandingan ini juga mengandaikan harga sebanding dengan jumlahnya. Biaya tetap seperti ongkos kirim, atau harga bertingkat menurut volume, merusak kesebandingan itu, dan harga per satuan tidak lagi menjadi bilangan tetap.
Sumber
- Wikipedia bahasa Indonesia, artikel “Rasio”: rasio dapat ditulis a : b atau a/b, besaran yang dibandingkan perlu disamakan satuannya, dan hasil bagi yang bersatuan disebut laju (diakses 17 Oktober 2026).