Tulis total, pilih antara “Bagian eksak” dan “Unit bulat”, lalu isi satu bobot per baris. Setiap bobot boleh berupa bilangan bulat, pecahan, atau desimal, dan ukurannya hanya berarti dibandingkan dengan bobot yang lain. Setelah dihitung, tiap kelompok muncul menurut urutan daftarmu beserta bagiannya dan pemeriksaan bahwa semuanya berjumlah total.
Contoh soal: 10 benda untuk tiga kelompok yang sama
Ada 10 benda yang dibagikan ke kelompok A, B, dan C dengan bobot 1:1:1. Berapa yang diterima masing-masing?
- Jumlahkan bobotnya. 1 + 1 + 1 = 3.
- Hitung kuota tepat. Tiap kelompok mendapat 10 × 1/3 = 10/3, yaitu 3 + 1/3.
- Jika bendanya bisa dipotong, jawabannya 10/3 untuk tiap kelompok, dan ketiga bagian itu berjumlah 10.
- Jika tidak bisa dipotong, tiap kelompok mengambil 3 benda lebih dulu. Tersisa 1, dan ketiga sisa 1/3 sama besar, jadi unit itu diberikan ke kelompok A, yang pertama dalam daftar.
Hasilnya: 10/3 untuk masing-masing jika bisa dipotong; 4, 3, dan 3 dalam unit bulat.
Pemeriksaan: 4 + 3 + 3 = 10, dan tidak ada bagian yang menyimpang dari kuota tepatnya lebih dari satu unit.
Cara membagi menurut rasio
Untuk membagi total T dengan rasio 2:3, jumlahkan bobotnya, 2 + 3 = 5, dan tiap kelompok mengambil pecahan yang menjadi haknya dari jumlah itu. Pada total 100, kelompok pertama mendapat 100 × 2/5 = 40 dan kelompok kedua 100 × 3/5 = 60. Karena pecahan 2/5 dan 3/5 berjumlah 1, bagian-bagiannya selalu berjumlah total.
Bobot boleh berupa pecahan. Untuk membagi 48 dengan bobot 1/2 dan 1/3, jumlahnya 5/6. Kelompok pertama mendapat 1/2 ÷ 5/6 = 3/5 dari total, dan yang kedua 2/5. Kuotanya 48 × 3/5 = 144/5 = 28,8 dan 48 × 2/5 = 96/5 = 19,2, yang berjumlah 48.
Sebelum membagi, kamu bisa menyederhanakan rasio dengan faktor persekutuannya, karena 4:6 dan 2:3 memberi kuota yang sama. Kalkulator menyederhanakan rasio mengecilkan rasio dengan dua suku atau lebih, dan panduan pembagian dengan pecahan menjelaskan cara menyusun pembagian ketika soalnya berupa kalimat.
Pecahan dan unit bulat dalam beberapa kasus
Mode unit bulat memakai metode sisa terbesar: bagian bulat dari tiap kuota dibagikan lebih dulu, lalu unit yang tersisa diberikan ke sisa pecahan yang paling besar. Dengan cara ini kelompok dengan sisa terbesar mendapat satu unit tambahan masing-masing. Aturan seri di kalkulator ini dibuat sendiri: kelompok yang lebih dulu dalam daftar yang menang.
| Kasus | Bagian tepat | Unit bulat |
|---|---|---|
| 7 dengan rasio 1:2 | 7/3 dan 14/3 | 2 dan 5 |
| 100 dengan rasio 1:2 | 100/3 dan 200/3 | 33 dan 67 |
| 11 dengan rasio 1:1:1:1 | 11/4 masing-masing | 3, 3, 3, dan 2 |
| 50 dengan rasio 3:2 | 30 dan 20 | 30 dan 20 |
Jika jumlah bobot habis membagi total, seperti pada kasus terakhir, kuotanya sudah bulat dan kedua mode memberi hasil yang sama. Pada kasus 11, keempat sisa 3/4 sama besar, sehingga tiga unit yang tersisa jatuh ke tiga kelompok pertama dalam daftar.
Kapan dipakai dan kapan tidak
Pembagian proporsional cocok jika tiap kelompok harus menerima sebanding dengan suatu besaran yang diketahui: laba menurut modal yang disetor, biaya menurut pemakaian, atau jam kerja menurut waktu yang dicurahkan. Perhitungannya sama dengan teka-teki 17 unta, tempat 17 unta dibagi dengan rasio 9:6:2 sehingga hasilnya 9, 6, dan 2. Jika kamu hanya butuh satu bagian dari total, seperti 3/4 dari 80, pakai pecahan dari suatu jumlah; jika yang dicari suku yang belum diketahui dalam sebuah proporsi, kalkulator proporsi atau perbandingan senilai dan berbalik nilai lebih langsung.
Kalkulator ini menerapkan proporsi dan sisa terbesar, bukan aturan hukum atau pemilu, sehingga pembagian warisan menurut ketentuan hukum atau pembagian kursi dengan metode lain memerlukan aturannya sendiri.
Pertanyaan umum
Bagaimana membagi suatu jumlah secara berbanding terbalik, misalnya menurut usia?
Pakai kebalikan dari data sebagai bobot: yang usianya lebih muda mendapat lebih banyak. Untuk membagi 900 berbanding terbalik dengan usia 4, 5, dan 20, tulis bobot 1/4, 1/5, dan 1/20. Jumlahnya 1/2, sehingga tiap orang mendapat 1/2, 2/5, dan 1/10 dari total, yaitu 450, 360, dan 90.
Bolehkah bobot ditulis sebagai persen?
Boleh, tetapi tulis angkanya saja tanpa tanda %. Untuk membagi 350 antara dua mitra dengan porsi 30% dan 70%, pakai bobot 30 dan 70: hasilnya 105 dan 245. Pecahan, desimal, dan pecahan campuran juga bisa, asalkan positif.
Apa yang terjadi pada total nol atau bobot nol?
Jika totalnya nol, semua bagian bernilai nol. Bobot nol atau negatif tidak diterima, dan kalkulator memberi tahu bahwa bobot harus positif. Kelompok yang tidak mendapat apa-apa cukup tidak ditulis dalam daftar.