BELAJAR SESUAI KEMAMPUAN

Ciri-ciri bilangan habis dibagi 2 sampai 11

Diterbitkan pada · Diperbarui pada

Sebuah bilangan habis dibagi bilangan lain jika pembagiannya tidak bersisa. Ciri-ciri untuk 2 sampai 11 menentukannya dari angka-angka terakhir atau jumlah angkanya, tanpa membagi. Bilangan 2340 cocok sebagai contoh karena lolos hampir semua ciri dan gagal hanya di tiga. Bilangan ini habis dibagi 2, 3, 4, 5, 6, 9, dan 10, tetapi tidak habis dibagi 7, 8, maupun 11.

Ciri setiap pembagi dari 2 sampai 11, dengan satu contoh singkat
PembagiTerpenuhi jikaContoh
2Angka satuannya genap538 berakhir dengan 8, dan 538 = 2 × 269
3Jumlah angkanya kelipatan 34 + 7 + 1 = 12, dan 471 = 3 × 157
4Dua angka terakhir membentuk kelipatan 424 = 4 × 6, dan 124 = 4 × 31
5Berakhir dengan 0 atau 5835 = 5 × 167
6Memenuhi ciri 2 dan ciri 372 genap dan 7 + 2 = 9, dan 72 = 6 × 12
7Setelah angka terakhir dibuang dan dua kali angka itu dikurangkan dari sisanya, hasilnya kelipatan 734 − 2 × 3 = 28, dan 343 = 7 × 49
8Tiga angka terakhir membentuk kelipatan 8728 = 8 × 91, dan 2728 = 8 × 341
9Jumlah angkanya kelipatan 93 + 4 + 5 + 6 = 18, dan 3456 = 9 × 384
10Berakhir dengan 0580 = 10 × 58
11Angka-angka dengan tanda berselang-seling berjumlah 0 atau kelipatan 115 − 3 + 1 − 3 = 0, dan 3135 = 11 × 285

Ciri 2, 5, dan 10 hanya melihat angka terakhir, ciri 4 melihat dua angka, dan ciri 8 melihat tiga angka. Alasannya, 10 kelipatan 2 dan 5, 100 kelipatan 4, dan 1000 kelipatan 8, sehingga semua bagian di depan angka-angka itu sudah habis dibagi. Ciri 3, 9, dan 11 memerlukan semua angka, dan alasannya dijelaskan di bawah. Jika sebuah ciri tidak terpenuhi, bilangan itu pasti tidak habis dibagi pembagi tersebut.

Mengapa ciri 3, 9, dan 11 berlaku

Pangkat 10 bersisa 1 jika dibagi 9, karena 10 = 9 + 1, 100 = 99 + 1, dan 1000 = 999 + 1. Karena itu sebuah bilangan dan jumlah angkanya bersisa sama jika dibagi 9. Pada 2340 = 2 × 999 + 3 × 99 + 4 × 9 + 9, tiga suku pertama kelipatan 9, sehingga tinggal memeriksa apakah jumlah angkanya kelipatan 9. Karena 999, 99, dan 9 juga kelipatan 3, alasan yang sama berlaku untuk ciri 3.

Jika jumlah angkanya masih besar, jumlahkan lagi. Pada 987.654, angka-angkanya berjumlah 39, dan angka-angka 39 berjumlah 12. Bilangan 12 kelipatan 3 tetapi bukan kelipatan 9, jadi 987.654 habis dibagi 3 dan tidak habis dibagi 9. Setiap kelipatan 9 pasti kelipatan 3, tetapi kebalikannya tidak selalu benar.

Ciri 11 memakai gagasan yang sama dengan sisa yang berbeda. Karena 10 = 11 − 1, bilangan 10 bersisa −1, 100 bersisa 1, 1000 bersisa −1, dan seterusnya berselang-seling. Jadi menjumlahkan angka dengan tanda berselang-seling menghasilkan sisa yang sama dengan bilangan aslinya. Pada 2728: 2 − 7 + 2 − 8 = −11, dan 2728 = 11 × 248. Pada 1001, nol juga harus ikut berselang-seling: 1 − 0 + 0 − 1 = 0, dan itu membenarkan 1001 = 11 × 91. Tanda hasilnya tidak berpengaruh, sebab −11 dan 11 sama-sama kelipatan 11.

Contoh soal: 2340 diuji dengan kesepuluh ciri

Terapkan ciri 2 sampai 11 pada bilangan 2340 dan catat pembagi mana saja yang membaginya.

  1. Lihat ujungnya. Berakhir dengan 0, jadi habis dibagi 2, 5, dan 10. Dua angka terakhir membentuk 40, yaitu 4 × 10, jadi habis dibagi 4 juga.
  2. Jumlahkan angkanya. 2 + 3 + 4 + 0 = 9, kelipatan 3 dan 9. Karena bilangannya juga genap, ciri 6 terpenuhi.
  3. Periksa 8. Tiga angka terakhir membentuk 340, dan 340 = 8 × 42 + 4. Sisanya 4, jadi tidak habis dibagi 8 meskipun habis dibagi 4.
  4. Periksa 7. Buang 0 di ujung sehingga tersisa 234. Buang 4 lalu kurangkan dua kali 4 dari 23, hasilnya 15, bukan kelipatan 7.
  5. Periksa 11. Beri tanda berselang-seling pada angka-angkanya: 2 − 3 + 4 − 0 = 3. Hasilnya bukan 0 dan bukan kelipatan 11.

Jawaban. 2340 habis dibagi 2, 3, 4, 5, 6, 9, dan 10, serta tidak habis dibagi 7, 8, maupun 11.

Pemeriksaan. 2340 = 9 × 260, dan 2340 ÷ 8 = 292,5, bukan bilangan bulat. Pembagian oleh 7 bersisa 2, karena 7 × 334 = 2338.

Pembagi komposit: 6, 12, dan 15

Untuk pembagi komposit, periksa dua ciri dari dua pembagi yang saling prima, yaitu pembagi yang tidak punya faktor persekutuan, dan hasil kalinya sama dengan pembagi yang diuji. Bilangan 6 dapat ditulis 2 × 3, 12 sebagai 3 × 4, dan 15 sebagai 3 × 5. Pada contoh 2340, yang berakhir dengan angka 0 dan jumlah angkanya 9, ciri 3 dan ciri 5 terpenuhi, sehingga 2340 = 15 × 156.

Syarat bahwa pembagi-pembagi itu saling prima mencegah satu faktor yang sama terhitung dua kali. Bilangan 12 tidak boleh diperiksa sebagai pasangan 2 × 6, karena 2 dan 6 sama-sama memuat faktor 2 di dalamnya. Hal yang sama juga bisa dilihat dengan memakai pasangan 4 dan 3, yang memberi 2340 = 12 × 195.

Dua kekeliruan lain memberi hasil palsu. Pada ciri 4, angka terakhir saja tidak cukup, sebab 1114 berakhir dengan 4 tetapi bersisa 2, karena 1114 = 4 × 278 + 2. Dan jumlah angka hanya berguna untuk 3 dan 9, sebab 16 kelipatan 4 dan 8 padahal 1 + 6 = 7.

Ciri-ciri saat menyederhanakan pecahan

Saat menyederhanakan, ciri-ciri ini membantu menemukan pembagi persekutuan tanpa menebak. Pada 45/60, kedua bilangan berakhir dengan 0 atau 5, jadi keduanya dibagi 5 dan diperoleh 9/12. Jumlah angka 9 dan 12 adalah 9 dan 3, kelipatan 3, jadi keduanya dibagi 3 dan diperoleh 3/4. Pembagian dilakukan dua kali, dengan 5 dan 3, atau sama saja sekaligus dengan 15, sehingga tidak perlu menebak pembagi satu per satu. Bilangan 15 itu adalah FPB dari 45 dan 60, dan pecahan yang diperoleh senilai dengan pecahan awal, seperti dijelaskan di panduan pecahan senilai.

Untuk pembilang dan penyebut yang besar, ciri-ciri hanya sampai 11. Pada 1001/1430, ciri 11 membagi pembilang dan penyebut, lalu menyisakan 91/130, dengan 91 = 7 × 13 dan 130 = 10 × 13. Faktor persekutuan 13 yang tersisa tidak terdeteksi oleh ciri mana pun dari 2 sampai 11, sehingga tidak kelihatan sekilas. FPB dari 1001 dan 1430 adalah 143, dan dengan itu 7/10 diperoleh dalam satu langkah. Jika kamu ingin memahami cara menghitungnya tanpa ciri-ciri, panduan algoritma Euclid menjelaskannya.

Untuk menyederhanakan pecahan apa pun seketika, pakai kalkulator menyederhanakan pecahan. Kalkulator faktorisasi prima menguraikan sebuah bilangan, dan kalkulator faktor bilangan mendaftar semua faktor positifnya, sehingga berguna untuk memeriksa hasil sebuah ciri. Pada 2340, daftarnya memuat 2, 3, 4, 5, 6, 9, dan 10, serta tidak memuat 7, 8, maupun 11. Untuk memilih antara FPB dan KPK sesuai tugasnya, baca perbedaan FPB dan KPK.

Latihan

  1. Apakah 1248 habis dibagi 8?
  2. Apakah 1248 habis dibagi 9?
  3. Apakah 4059 habis dibagi 11?
  4. Apakah 5316 habis dibagi 12?
  5. Sederhanakan 84/126 dengan membagi memakai pembagi yang terdeteksi oleh ciri-ciri.
Lihat jawaban
  1. Ya. Tiga angka terakhir membentuk 248 = 8 × 31, dan 1248 = 8 × 156.
  2. Tidak. 1 + 2 + 4 + 8 = 15, bukan kelipatan 9.
  3. Ya. 4 − 0 + 5 − 9 = 0, dan 4059 = 11 × 369.
  4. Ya. 5 + 3 + 1 + 6 = 15 memenuhi ciri 3, dan 16 = 4 × 4 memenuhi ciri 4, dan 5316 = 12 × 443.
  5. Keduanya genap, sehingga menjadi 42/63. Jumlah angka 42 dan 63 adalah 6 dan 9, jadi keduanya dibagi 3 dan menjadi 14/21. Keduanya kelipatan 7, sehingga hasilnya 2/3.

Pertanyaan umum

Mengapa ciri habis dibagi 7 berlaku?

Bilangan berbentuk 10a + b, dengan b angka terakhir, sama dengan 10 × (a − 2b) + 21b. Karena 21b kelipatan 7 dan 10 tidak punya faktor 7, bilangan itu kelipatan 7 tepat ketika a − 2b kelipatan 7. Pada 154: 15 − 8 = 7, jadi 154 = 7 × 22.

Adakah ciri habis dibagi 13?

Ada. Buang angka terakhir, lalu tambahkan empat kali angka itu ke bilangan sisanya. Hasilnya kelipatan 13 tepat ketika bilangan awalnya kelipatan 13. Pada 273: 27 + 4 × 3 = 39 = 13 × 3, jadi 273 = 13 × 21. Untuk bilangan besar, algoritma Euclid biasanya lebih cepat.

Apakah 0 habis dibagi bilangan apa pun?

Ya, oleh setiap bilangan bulat selain nol, karena 0 = 7 × 0 dan tidak bersisa. Semua ciri membenarkannya: angka satuannya 0 dan jumlah angkanya 0. Yang tidak ada adalah pembagian oleh nol, sebab tidak ada bilangan yang dikalikan 0 hasilnya bukan 0.

Apakah ciri-ciri ini berlaku untuk bilangan negatif?

Ya. Abaikan tandanya dan terapkan ciri pada nilai mutlak, sebab tanda tidak mengubah faktor sebuah bilangan bulat. Pada −846, angka-angka 846 berjumlah 18, jadi habis dibagi 9 dan 3, dan −846 = 9 × (−94).

Bagaimana mengetahui bilangan prima dengan ciri-ciri ini?

Uji hanya bilangan prima yang kurang dari atau sama dengan akar kuadrat bilangan itu. Untuk 119, cukup 2, 3, 5, dan 7, dan ciri 7 memberi 11 − 18 = −7, jadi 119 = 7 × 17 bukan prima. Untuk 97, tidak satu pun dari keempatnya membagi, sehingga 97 prima.

Langkah berikutnya

Panduan Pecahan Panduan pecahan untuk konsep dasar, operasi, desimal, penerapan, dan pemeriksaan kesalahan, dengan contoh yang bisa diikuti.
Laporkan kesalahanCara kami menangani koreksi

Gunakan kalkulator pecahan

KALKULATOR SELALU SIAP DIGUNAKAN

Simpan kalkulator

Buka menu browser lalu pilih “Instal aplikasi” atau “Tambahkan ke Layar Utama”. Kamu juga bisa menandai halaman ini.