BELAJAR SESUAI KEMAMPUAN

Kenapa membagi dengan pecahan bisa membuat hasil lebih besar

Diterbitkan pada · Diperbarui pada

Membagi bilangan positif dengan pecahan yang kurang dari 1 menghasilkan nilai yang lebih besar, karena pembagian menghitung berapa potong kecil yang muat: dalam 2 ada 10 potong berukuran 1/5. Pita juga begitu. Pita sepanjang 3/4 m dipotong menjadi potongan 1/4 m, dan hasilnya 3 potong. Hasilnya lebih besar daripada panjang awal karena tiap potongan kecil, jadi muat banyak. Ini berlaku untuk bilangan positif dan pembagi di antara 0 dan 1.

Panjang total: 3/4 m

Potongan 1Potongan 2Potongan 3

3/4 ÷ 1/4 = 3Hasil: 3 potongan

Pita berisi tiga potongan sama panjang. Hasilnya menghitung potongan; panjang pita tetap sama.

Kesulitannya ada pada cara membaca hasil. Angka 3 yang lebih besar daripada panjang awal terkesan seperti ada yang bertambah, padahal 3 menghitung potongan, sedangkan panjang diukur dalam meter. Untuk langkah pengerjaan lengkap dengan semua kasusnya, pakai kalkulator pembagian pecahan. Panduan ini menjelaskan alasannya.

Contoh soal: potongan setengah meter

Pita yang sama sekarang dipotong menjadi potongan sepanjang setengah meter. Berapa potongan yang didapat?

  1. Tulis pertanyaannya. Kita menghitung berapa kelompok 1/2 yang muat dalam pita itu, yaitu 3/4 ÷ 1/2.
  2. Balik hanya pembagi. Kebalikan dari pembagi adalah 2, dan mengalikan dengan 2 memberi 6/4.
  3. Sederhanakan. FPB dari 6 dan 4 adalah 2, jadi 6/4 = 3/2.
  4. Baca hasilnya. Ada satu potongan utuh dan setengah potongan, yaitu 1,5 potongan.

Hasil: 3/2 potongan.

Pemeriksaan: tiga setengah potongan, masing-masing setengah meter, jumlahnya sama dengan panjang pita.

Dari mana perkalian dengan kebalikan berasal

Satu utuh berisi kelompok 1/n sebanyak n: dalam 1 ada 4 seperempat, 5 seperlima, atau 10 persepuluh. Karena itu membagi dengan 1/n sama dengan mengalikan dengan n. Pada 2/5 ÷ 1/10, dalam 2/5 ada 2/5 × 10 = 4 persepuluh, seperti pita di atas yang menghitung potongan.

Untuk pembagi seperti c/d, dalam satu utuh ada d/c kelompok, dan dari situ muncul aturan umum a ÷ (c/d) = a × d/c. Yang dibalik hanya pembagi, karena itulah bagian yang dihitung. Kalau pembagi kurang dari 1, kebalikannya lebih dari 1, dan mengalikan dengan bilangan itu memperbesar bilangan yang dibagi. Panduan kebalikan pecahan membahas kebalikan ini lebih jauh.

Kapan hasil bagi tidak lagi membesar

Syarat lengkapnya ada dua: bilangan yang dibagi harus positif dan pembagi harus di antara 0 dan 1. Tabel berikut menunjukkan apa yang terjadi kalau salah satunya tidak terpenuhi.

Pengaruh pembagian menurut pembagi dan bilangan yang dibagi
KasusContohYang terjadi pada nilainya
Pembagi di antara 0 dan 15/6 ÷ 1/3 = 5/2Membesar
Pembagi 17/9 ÷ 1 = 7/9Tidak berubah
Pembagi lebih dari 12/3 ÷ 3/2 = 4/9Mengecil
Bilangan yang dibagi negatif−3 ÷ 1/2 = −6Mengecil

Pada kasus terakhir nilai mutlaknya membesar, tetapi −6 berada di kiri −3 pada garis bilangan, sehingga nilainya turun. Jadi kalimat “membagi dengan pecahan membuat hasil lebih besar” singkat, tetapi menyembunyikan dua syarat. Kalau pembaginya negatif, tandanya juga berubah, jadi tentukan tandanya lebih dulu, baru bandingkan ukurannya.

Hasil bagi juga tidak harus lebih dari 1. Pada 1/5 ÷ 1/2 = 2/5, hasilnya kurang dari 1 tetapi lebih besar daripada 1/5: seperlima belum memenuhi satu kelompok setengah, hanya mengisi dua per lima dari kelompok itu.

Satuan apa yang dimiliki hasil bagi

Kalau kamu membagi dua ukuran dengan satuan yang sama, hasil baginya tidak bersatuan dan menghitung kelompok. Dengan dua satuan berbeda, seperti kilometer dan jam, hasil baginya berupa laju, misalnya km/jam. Dalam kedua kasus, hasil bagi menjawab berapa kali pembagi muat, bukan berapa panjang totalnya.

Latihan

  1. Hitung 5/8 ÷ 1/4.
  2. Hitung 4/9 ÷ 2/3 dan tentukan apakah hasilnya lebih dari 1.
  3. Berapa potongan sepanjang 1/3 m yang didapat dari pita 5 m?
Lihat jawaban
  1. 5/2, karena 5/8 × 4 = 5/2.
  2. 2/3, karena 4/9 × 3/2 = 2/3. Hasilnya tidak lebih dari 1, tetapi lebih besar daripada 4/9.
  3. 15 potongan, karena 5 × 3 = 15.

Bacaan lanjutan

Untuk melihat efek yang sama pada perkalian, panduan mengalikan dengan pecahan kurang dari satu menunjukkan kenapa di sana hasilnya mengecil. Garis bilangan pecahan membantu membandingkan hasil bertanda, dan model visual pecahan menggambarkan kelompok yang sama besar.

Sumber

Wikipedia bahasa Indonesia, artikel Pecahan, bagian “Pembagian”: memberikan sifat pembagian pecahan a/b ÷ c/d = a/b × d/c beserta contoh 2/3 ÷ 5/7 = 2/3 × 7/5 = 14/15 (diakses 17 Oktober 2026).

Pertanyaan umum

Kenapa 6 ÷ 1/2 hasilnya 12?

Karena setiap satu utuh berisi dua setengah, sehingga dalam 6 utuh ada 6 × 2 = 12 setengah. Pembagian ini bertanya berapa setengah yang muat dalam 6, dan jawabannya 12. Kalau 6 dibagi rata untuk 2 orang, pertanyaannya lain dan hasilnya 3.

Apakah membagi dengan 0,25 juga membuat hasil lebih besar?

Ya, karena 0,25 sama dengan 1/4 dan berada di antara 0 dan 1. Dalam 3 ada 3 ÷ 0,25 = 12 kelompok seperempat. Pembagi desimal di antara 0 dan 1 berperilaku seperti pecahan: makin kecil pembaginya, makin banyak kelompoknya.

Kenapa 20 ÷ 50% hasilnya 40?

Karena 50% sama dengan setengah, dan dalam 20 ada 40 setengah. Membagi dengan persen yang kurang dari 100% membuat hasil lebih besar, dengan alasan yang sama seperti pecahan. Kalau 20 adalah setengah dari suatu total, totalnya 40: pembagian mengembalikan keseluruhan dari bagiannya.

Bagaimana kalau bilangan yang dibagi nol?

Hasil baginya nol: 0 ÷ 1/3 = 0, karena dalam jumlah nol tidak ada satu potong pun yang muat. Aturan membesar mensyaratkan bilangan yang dibagi positif, jadi di sini aturan itu tidak berlaku. Yang tidak ada adalah pembagian dengan nol, karena nol tidak punya kebalikan.

Langkah berikutnya

Panduan Pecahan Panduan pecahan untuk konsep dasar, operasi, desimal, penerapan, dan pemeriksaan kesalahan, dengan contoh yang bisa diikuti.
Laporkan kesalahanCara kami menangani koreksi

Gunakan kalkulator pecahan

KALKULATOR SELALU SIAP DIGUNAKAN

Simpan kalkulator

Buka menu browser lalu pilih “Instal aplikasi” atau “Tambahkan ke Layar Utama”. Kamu juga bisa menandai halaman ini.