BELAJAR SESUAI KEMAMPUAN

Cara Mengajarkan Pecahan Langkah demi Langkah

Diterbitkan pada

Ajarkan pecahan dengan urutan ini: bagian sama besar dari satu keseluruhan yang sama, pecahan pada garis bilangan, pecahan senilai, lalu operasi. Dengan urutan itu, setiap simbol menamai sesuatu yang sudah dapat digambarkan oleh peserta didik. Usia dan jenjang kelas berbeda di setiap negara; ikuti kurikulum resmi sekolah Anda, sesuaikan tempo dengan apa yang ditunjukkan kelompok, dan periksa pemahaman dengan pertanyaan terbuka.

Mulai dari satu keseluruhan yang sama

Siapkan dua strip kertas dengan panjang yang sama. Bagi masing-masing menjadi empat bagian sama besar; tandai satu bagian pada strip pertama dan tiga bagian pada strip kedua. Model itu menunjukkan 1/4 dan 3/4 dari keseluruhan yang sama. Tanyakan bagian mana yang tetap dan mana yang berubah: ukuran satu bagian tetap, sedangkan jumlah bagian yang ditandai berubah.

Tiga batang sama panjang: satu utuh, satu dibagi menjadi dua bagian sama besar (setengah) dan satu dibagi menjadi empat bagian sama besar (seperempat).
Diagram menampilkan satu strip utuh, dibagi dua, dan dibagi empat. Untuk model yang tepat, gunakan dua strip dengan panjang sama, lalu bagi tiap strip menjadi bagian yang sama besar.

Bandingkan juga seperempat dari strip pendek dengan seperempat dari strip panjang. Keduanya menyatakan 1/4 sebagai proporsi, tetapi jumlah kertasnya berbeda. Perbandingan pecahan perlu menyebut keseluruhan yang menjadi acuannya; gambar dengan bagian tidak sama besar tidak membuktikan pecahan seperti 1/4. Panduan apa itu pecahan membahas gagasan satu keseluruhan ini lebih lanjut.

Hubungkan gambar dengan pembilang dan penyebut

Setelah peserta didik dapat membaca modelnya, tulis 3/4 di samping tiga bagian yang ditandai. Penyebut 4 menyatakan bahwa satu keseluruhan dibagi menjadi empat bagian sama besar; pembilang 3 menyatakan berapa bagian yang dihitung. Minta peserta didik menjelaskan arti setiap angka dengan kata-kata sendiri sebelum berlatih menghitung.

Pertanyaan diagnosis yang berguna ialah, “Apa yang menjadi satu keseluruhan di gambar ini?” Jika jawabannya hanya “empat bagian”, minta mereka menunjukkan batas satu strip utuh dan menjelaskan apakah semua bagian ukurannya sama.

Pindahkan bagian berarsir ke garis bilangan

Buat garis dari 0 sampai 1, bagi ruasnya menjadi empat jarak sama, lalu tandai 3/4. Perluas garis sampai 2 untuk menempatkan 5/4: empat perempat mencapai 1, lalu satu perempat lagi. Model ini menunjukkan bahwa pecahan juga merupakan bilangan yang memiliki urutan dan dapat melebihi satu.

Pita menunjukkan satu keseluruhan yang dibagi menjadi empat bagian sama besar, dengan tiga bagian diarsir. Ujung bagian yang diarsir sejajar dengan 3/4 pada garis bilangan, dan setiap interval bernilai 1/4. 1/2 dan 2/4 berada di titik yang sama, begitu pula 3/4 dan 6/8. 5/4 terletak seperempat setelah 1.

01/23/415/42

1/2 = 2/43/4 = 6/8

Mintalah peserta didik membandingkan 3/4 dengan 5/4 tanpa menghitung desimal. Titik pertama berada di antara 0 dan 1; titik kedua berada di sebelah kanan 1. Pecahan negatif berada di sebelah kiri 0, sehingga aturan “pecahan selalu berada antara 0 dan 1” tidak berlaku untuk semua pecahan.

Bangun pecahan senilai sebelum operasi

Bagi setiap bagian pada model 3/4 menjadi dua bagian yang sama tanpa mengubah luas yang ditandai. Sekarang ada enam bagian dari delapan bagian, sehingga 3/4 = 6/8. Pembilang dan penyebut berubah dengan faktor yang sama; nilai yang diwakili tetap.

Hubungkan gagasan itu dengan penjumlahan berpenyebut berbeda: 1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4. Sebelum menjumlahkan, ubah setengah menjadi dua perempat agar kedua suku menghitung bagian yang ukurannya sama. Jangan menjumlahkan penyebut menjadi 6; langkah seperti itu mengganti ukuran bagian di tengah perhitungan.

Gunakan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman

Tanyakan apa yang menjadi satu keseluruhan, bagaimana peserta didik tahu bagian-bagiannya sama besar, dan di mana 1/2 serta 2/4 berada pada gambar atau garis bilangan. Minta mereka menggambar 5/4 untuk melihat apakah mereka dapat melanjutkan ke unit kedua.

Jika muncul jawaban 1/2 + 1/3 = 2/5, jangan langsung memberi aturan. Minta peserta didik membagi satu keseluruhan menjadi enam bagian sama besar. Setengah menjadi 3/6, sepertiga menjadi 2/6, dan jumlahnya 5/6; gambar menunjukkan mengapa kedua ukuran bagian perlu disamakan lebih dahulu.

Untuk melihat model visual pecahan atau menempatkan nilai pada garis bilangan pecahan, gunakan alat terkait. Latihan pecahan dapat memeriksa jawaban tanpa langsung membuka seluruh langkah penyelesaian. Panduan menggambar pecahan membandingkan model pita, kumpulan benda, dan garis bilangan, sedangkan aktivitas pecahan untuk kelas memberi ide untuk menyiapkan sesi.

Susun pembelajaran dalam tahap yang dapat diperiksa

Urutannya dapat disesuaikan dengan kelompok; lanjutkan ketika setiap pelajar dapat menjelaskan modelnya, bukan sekadar menyelesaikan lembar kerja. Jika jawaban menunjukkan kebingungan, kembali ke tahap sebelumnya.

  1. Apa satu utuhnya? Pilih satu utuh yang terlihat dan tetap, seperti pita. Pastikan semua bagiannya sama panjang sebelum menamai pecahan.
  2. Apa yang dihitung oleh angkanya? Pada 3/4, angka 4 menyatakan empat bagian sama besar dari satu utuh dan angka 3 menghitung bagian yang dipilih. Minta pelajar menunjuk kedua jumlah pada model.
  3. Di mana letaknya pada garis bilangan? Tandai empat interval sama antara 0 dan 1, lalu tempatkan 3/4. Perpanjang skalanya melewati 1 untuk menunjukkan 5/4; pecahan juga merupakan bilangan, bukan hanya daerah berwarna.
  4. Bentuk setara mana yang mempertahankan nilainya? Bagi setiap seperempat menjadi dua bagian sama: tiga perempat menjadi enam perdelapan. Ukuran bagiannya berubah, tetapi panjang yang tertutup tetap.

Gunakan jawaban sebagai diagnosis

Pertanyaan singkat Bukti yang dicari Langkah berikutnya jika belum jelas
Apa yang diwakili satu utuh? Pelajar menyebut satuan yang sama pada kedua gambar. Sejajarkan dua pita dengan panjang sama sebelum membandingkan.
Mengapa 3/4 dan 6/8 sama? Setiap seperempat dibagi dua tanpa mengubah daerah berwarna. Tumpuk pita dan hitung bagian yang baru.
Dapatkah 7/4 berada antara 0 dan 1? Empat perempat membentuk satu utuh, lalu ada tiga perempat lagi. Susun 4/4 terlebih dahulu, kemudian tambahkan tiga perempat.

Jawaban keliru menunjukkan model mana yang perlu diulang; itu tidak membuktikan bahwa pelajar “tidak memahami pecahan”. Jika seseorang berkata 1/2 lebih kecil daripada 1/3 karena 2 lebih kecil daripada 3, pertahankan satu utuh yang sama lalu bandingkan ukuran bagiannya: setengah lebih besar daripada sepertiga. Diagram berikut memisahkan dua gagasan yang sering tercampur: ukuran keseluruhan dan ukuran bagian.

Bedakan perbandingan, ukuran bagian, dan jumlah

Pecahan menyatakan hubungan terhadap satuan yang dipilih. Dua setengah memiliki perbandingan sama walaupun pita utuhnya berbeda panjang; jika keseluruhannya berbeda ukuran, jumlah fisik yang diwarnai dapat berbeda. Namun, dalam satu utuh yang sama, satu bagian dari tiga lebih besar daripada satu bagian dari empat.

Jika muncul 1/2 + 1/3 = 2/5, jangan mulai dengan aturan hafalan. Minta pelajar menggambar satu utuh yang sama, membaginya menjadi perenam, lalu menghitung bagian dengan ukuran sama: 3/6 + 2/6 = 5/6. Pertanyaan “satuan apa yang dihitung penyebut?” membantu menentukan apakah penyebut tetap atau perlu penyebut bersama.

Untuk memeriksa penerapan, pertahankan nilainya dan ganti model: tunjukkan 3/4 sebagai luas, titik pada garis bilangan, dan 6/8. Lalu balik tugasnya: berikan 5/4 pada garis bilangan dan minta pelajar menyusunnya dengan perempat. Penjelasan yang menghubungkan model merupakan bukti yang lebih kuat daripada mengulang definisi.

Periksa apakah model dapat diterapkan

Coba: gambarkan 2/3 sebagai luas dan pada garis bilangan 0 sampai 1. Jawaban: bagi satu utuh menjadi tiga bagian sama, warnai dua, dan tandai interval kedua dari tiga; kedua model menunjukkan jumlah yang sama. Untuk 5/4, susun 4/4 terlebih dahulu lalu tambahkan seperempat setelah 1.

Ikuti satu nilai melalui tiga model

Mulailah dengan pita yang mewakili satu utuh. Bagi menjadi empat bagian sama dan warnai tiga bagian: ini menunjukkan 3/4. Untuk mengubah gambar menjadi perdelapan, bagi dua setiap bagian seperempat. Sekarang pita memiliki delapan bagian sama, enam di antaranya berwarna. Panjang yang diwarnai tidak berubah, jadi 3/4 = 6/8. Pada garis bilangan 0 sampai 1, langkah ketiga dari empat dan langkah keenam dari delapan berakhir di titik yang sama.

Perpanjang garis dengan jarak antarlangkah yang sama. Setelah empat perempat, langkah kelima menandai 5/4 = 1 + 1/4. Jika seseorang menempatkan 5/4 sebelum 1, tanyakan berapa bagian seperempat yang membentuk satu utuh: pada 4/4 masih ada satu perempat lagi. Sebagai pemeriksaan mandiri, tandai 2/4 dan 6/8, lalu jelaskan mengapa nilai pertama sama dengan 1/2 sedangkan yang kedua sama dengan 3/4. Jawaban harus menyebut titik dan bagian yang sama besar, bukan hanya mengulang aturan.

Amati penalarannya, bukan hanya jawabannya

Untuk memeriksa pemahaman kesetaraan, ubah gambarnya setelah pecahan disebutkan. Minta tunjukkan 2/3 dengan pita lalu sebagai titik pada garis bilangan 0 sampai 1: pada kedua model, satu utuh dibagi menjadi tiga bagian sama dan dua bagian ditandai. Berikutnya, bagi dua setiap sepertiga; titik dan daerah berwarna yang sama sekarang dapat disebut 4/6. Notasinya berubah, tetapi nilainya tetap karena setiap bagian awal dibagi dengan cara yang sama.

Catat tiga bukti secara terpisah: siswa dapat menunjukkan keseluruhan, memastikan bagian-bagiannya sama besar, dan menjelaskan berapa bagian yang dihitung. Jika ia menjawab 4/6 tetapi tidak dapat menunjukkan keseluruhannya, kembali ke model; jika ia menandai dua bagian padahal penyebutnya tiga, minta ia menghitung sebelum mewarnai. Contoh berikutnya dapat menanggapi kebingungan yang terlihat.

Setiap pita menunjukkan setengah dari utuhnya sendiri; karena ukuran utuh berbeda, panjang yang diwarnai tidak sama.
Setiap pita menunjukkan setengah dari utuhnya sendiri; karena ukuran utuh berbeda, panjang yang diwarnai tidak sama.Dua pita dengan panjang berbeda sama-sama menunjukkan setengah; perbandingannya sama, tetapi jumlah fisik yang diwarnai berbeda. Utuh AUtuh B1/2 = 1/2
Satu utuh yang sama dibagi menjadi pertiga dan perempat. Satu bagian dari tiga lebih besar daripada satu dari empat: 1/3 > 1/4.
Satu utuh yang sama dibagi menjadi pertiga dan perempat; sepertiga merupakan bagian yang lebih besar daripada seperempat.Satu utuh yang sama dibagi menjadi pertiga dan perempat; sepertiga merupakan bagian yang lebih besar daripada seperempat. sepertigaseperempat1/3 > 1/4

Pertanyaan umum

Mengapa harus menetapkan keseluruhan terlebih dahulu?

Penyebut membagi suatu keseluruhan menjadi bagian yang sama besar. Tanpa mengetahui keseluruhannya, gambar tidak menjelaskan ukuran yang diwakili satu bagian. Dua bentuk dapat sama-sama menunjukkan 1/2 tetapi mewakili jumlah bahan berbeda jika satu keseluruhannya lebih besar.

Apakah peserta didik harus menghafal aturan sebelum melihat gambar?

Tidak. Mintalah mereka membangun dan menjelaskan model terlebih dahulu, lalu hubungkan bagian yang terlihat dengan pembilang dan penyebut. Penjelasan itu membantu membedakan “berapa bagian” dari “seberapa besar setiap bagian” sebelum simbol dipakai dalam operasi.

Bagaimana menunjukkan pecahan lebih dari satu saat mengajar?

Empat perempat membentuk satu keseluruhan, jadi lima perempat adalah 5/4 = 1 1/4. Pada model batang diperlukan satu batang utuh dan seperempat dari batang kedua; pada garis bilangan, titiknya berada di sebelah kanan 1.

Kapan siswa siap mulai mempelajari operasi pecahan?

Mulai ketika peserta didik dapat menyatakan keseluruhan, ukuran bagian, dan jumlah bagian yang dihitung. Tidak ada jenjang kelas yang diasumsikan di sini; gunakan penjelasan peserta didik untuk menentukan apakah model perlu diulang sebelum mereka mengerjakan operasi.

Urutan apa yang membantu siswa mulai belajar pecahan?

Mulailah dari satu utuh dan bagian sama besar, lalu pembilang serta penyebut, garis bilangan, pecahan senilai, dan operasi. Urutan ini menghubungkan aturan dengan model yang sudah dipahami; sesuaikan tingkat kesulitan dengan kurikulum serta penjelasan siswa.

Bagaimana memperkenalkan pecahan senilai melalui lipatan kertas?

Bagi setiap seperempat pada pita menjadi dua tanpa mengubah panjang yang diwarnai. Tiga bagian dari empat kini menjadi enam dari delapan, sehingga 3/4 = 6/8. Minta siswa menjelaskan apa yang berubah dan apa yang tetap.

Mengapa garis bilangan membantu saat mengajarkan pecahan?

Garis bilangan menunjukkan posisi dan urutan pecahan sebagai bilangan. Tandai 3/4 sebelum 1 dan 5/4 setelah 1 dengan interval sama. Model ini memperlihatkan bahwa pecahan tidak selalu hanya daerah berwarna atau nilai kurang dari satu.

Bagaimana menanggapi jawaban siswa 1/2 + 1/3 = 2/5?

Gunakan satu utuh yang sama dan bagi menjadi enam bagian. Setengah menjadi 3/6, sepertiga menjadi 2/6, lalu jumlahnya 5/6. Penjelasan gambar membantu menunjukkan bahwa penjumlahan harus menghitung bagian berukuran sama, bukan sekadar menggabungkan angka.

Bahan apa yang cocok untuk mengenalkan pecahan di kelas?

Pita kertas, kumpulan benda, dan garis bilangan dapat dipakai jika satu utuhnya jelas. Lipat pita menjadi bagian sama panjang, atau tetapkan jumlah benda sebagai keseluruhan. Jangan menganggap potongan yang berbeda ukuran menyatakan bagian sama.

Bagaimana mengetahui siswa memahami pecahan tanpa mengandalkan nilai tes?

Minta siswa menjelaskan satu utuhnya, ukuran tiap bagian, dan arti pembilang serta penyebut. Kemudian ubah model, misalnya dari pita 2/3 ke titik pada garis bilangan. Penjelasan yang tetap benar menunjukkan pemahaman melampaui hafalan aturan hitung.

Langkah berikutnya

Menggambar pecahan Gambar pecahan sebagai batang, lingkaran, area, himpunan, atau dinding dengan bagian sama besar dan deskripsi teks.
Laporkan kesalahanCara kami menangani koreksi

Gunakan kalkulator pecahan

KALKULATOR SELALU SIAP DIGUNAKAN

Simpan kalkulator

Buka menu browser lalu pilih “Instal aplikasi” atau “Tambahkan ke Layar Utama”. Kamu juga bisa menandai halaman ini.