BELAJAR SESUAI KEMAMPUAN

Pecahan Berlanjut dan Pecahan Mesir

Diterbitkan pada

Pecahan berlanjut menulis bilangan sebagai rangkaian kebalikan yang bertingkat; pemotongan rangkaian itu menghasilkan konvergen. Pecahan Mesir menulis bilangan rasional positif sebagai jumlah pecahan satuan berbeda, yaitu pecahan berpembilang 1. Kedua bentuk ini mempertahankan nilai jika lengkap, tetapi susunan dan kegunaannya berbeda.

Membaca pecahan berlanjut

Notasi [a₀; a₁, a₂] berarti a₀ + 1/(a₁ + 1/a₂). Pada pecahan berlanjut sederhana, a₀ adalah bilangan bulat dan koefisien berikutnya adalah bilangan bulat positif. Hitung dari koefisien paling kanan ke kiri; titik koma dan koma menandai struktur pecahan bertingkat, bukan daftar penjumlahan.

Untuk menguraikan 43/19, lakukan pembagian berulang:

  1. 43 = 2 × 19 + 5
  2. 19 = 3 × 5 + 4
  3. 5 = 1 × 4 + 1
  4. 4 = 4 × 1 + 0

Hasil baginya adalah 43/19 = [2; 3, 1, 4]. Pemotongan setelah tiap koefisien memberi konvergen berikut:

Koefisien yang dipakai Konvergen Nilai desimal
[2] 2/1 2
[2; 3] 7/3 ≈ 2,333…
[2; 3, 1] 9/4 2,25
[2; 3, 1, 4] 43/19 ≈ 2,263157…

Konvergen awal tidak selalu meningkat atau menurun menuju nilai akhir: pada contoh ini, 7/3 lebih besar dan 9/4 lebih kecil daripada 43/19. Konvergen terakhir merekonstruksi pecahan awal tepat. Periksa dari kanan: 1 + 1/4 = 5/4; 3 + 1/(5/4) = 19/5; lalu 2 + 1/(19/5) = 43/19. Kalkulator pecahan berlanjut menguraikan bilangan rasional atau menyusun ulang koefisien berhingga.

Menguraikan pecahan menjadi pecahan Mesir

Pecahan satuan berbentuk 1/n dengan n bilangan bulat positif. Uraian Mesir menjumlahkan pecahan satuan dengan penyebut berbeda. Contohnya, 3/4 = 1/2 + 1/4 karena 2/4 + 1/4 = 3/4.

Metode greedy memilih, pada setiap langkah, pecahan satuan terbesar yang tidak melebihi sisa. Jika sisa adalah n/d, penyebut yang dipilih ialah ⌈d/n⌉, yaitu bilangan bulat terkecil yang tidak kurang dari d/n. Kurangi pecahan itu secara eksak dan ulangi sampai sisanya nol. Metode ini menghasilkan suatu uraian, tetapi tidak menjamin jumlah suku paling sedikit.

Untuk 5/6, ceil(6/5) = 2, jadi suku pertama 1/2. Sisanya 5/6 − 1/2 = 1/3, yang menjadi suku berikutnya. Maka 5/6 = 1/2 + 1/3; pemeriksaan dengan perenam memberi 3/6 + 2/6 = 5/6.

Contoh dengan lebih banyak langkah adalah 4/13. Metode greedy mengikuti sisa saat ini sampai sisanya nol:

Metode greedy untuk 4/13: sisa baru menjadi sisa saat ini pada langkah berikutnya.
Sisa saat iniPecahan satuan terpilihSisa baru
4/131/43/52
3/521/181/468
1/4681/4680

Jadi 4/13 = 1/4 + 1/18 + 1/468. Dengan penyebut bersama 468, jumlahnya 117/468 + 26/468 + 1/468 = 144/468 = 4/13.

Uraian tidak selalu tunggal: nilai yang sama juga dapat ditulis 4/13 = 1/4 + 1/20 + 1/130, sebab dengan penyebut 260 jumlahnya 65/260 + 13/260 + 2/260 = 80/260 = 4/13. Metode greedy memilih satu bentuk berdasarkan aturan langkah, bukan bentuk terpendek atau satu-satunya. Kalkulator pecahan Mesir menunjukkan setiap suku dan sisa eksaknya.

Membandingkan kedua cara penulisan

Bilangan 3/4 dapat ditulis sebagai pecahan berlanjut [0; 1, 3], sebab 1/(1 + 1/3) = 3/4. Konvergen berurutannya adalah 0, 1, dan 3/4. Sebagai pecahan Mesir, nilainya 3/4 = 1/2 + 1/4. Pada bentuk pertama, angka 1 dan 3 menjadi koefisien dalam kebalikan bertingkat; pada bentuk kedua, penyebut 2 dan 4 menjadi bagian-bagian yang dijumlahkan.

Jika nilai yang tersedia adalah desimal dan tujuannya mencari pecahan sederhana dengan penyebut terbatas, pendekatan desimal ke pecahan menampilkan pecahan kandidat beserta galat eksaknya. Pendekatan itu tidak otomatis membuktikan pecahan mana yang dimaksud sebagai nilai rasional eksak.

Bilangan positif yang lebih besar dari 1 dapat dipisahkan menjadi bagian bulat dan pecahan. Contohnya, 7/4 = 1 + 3/4 = 1 + 1/2 + 1/4. Pecahan Mesir di sini digunakan untuk bagian pecahannya; kalkulator menerima nol sebagai jumlah kosong bernilai 0 dan menolak nilai negatif.

Batas dan kesalahan yang perlu diperhatikan

Kalkulator pecahan berlanjut menerima bilangan rasional dengan bagian angka sampai 100 digit dan daftar hingga 200 koefisien; kalkulator tersebut tidak mencari ekspansi tak berhingga untuk bilangan irasional. Kalkulator pecahan Mesir membatasi uraian hingga 25 suku dan penyebut satuan hingga 1.000 digit. Jika batas tercapai sebelum sisa menjadi nol, hasil yang benar tetap berupa jumlah parsial ditambah sisa eksak.

Baca koefisien sebagai langkah yang berbeda

Dalam pecahan berlanjut sederhana, setiap koefisien setelah yang pertama berada di dalam kebalikan. Mulailah dari kanan dan pertahankan tanda kurung: pada [2; 3, 1, 4], bagian akhir 1 + 1/4 menjadi 5/4; bagian sebelumnya adalah 3 + 4/5 = 19/5; di awal, 2 + 5/19 menghasilkan 43/19. Konvergen terakhir dari daftar berhingga menghasilkan rasional tersebut secara eksak.

Bentuk kanonis berakhir dengan koefisien lebih besar dari 1, kecuali daftarnya hanya memiliki satu koefisien. Contohnya, [2; 3, 1, 4] dan [2; 3, 1, 3, 1] memiliki nilai sama, tetapi yang pertama kanonis. Jangan membaca potongan perantara sebagai suku penjumlahan: semuanya adalah kebalikan bertingkat, bukan 2+3+1+4.

Setiap blok bertingkat dihitung dari kanan dan menjadi masukan untuk langkah berikutnya.
Evaluasi bertingkat [2; 3, 1, 4]. Langkah eksak bergerak dari 4 ke 5/4, lalu 19/5, dan akhirnya 43/19.41 + 1/4= 5/43 + 4/5= 19/52 +5/19 =43/19
Pembagian bilangan bulat menghasilkan koefisien 2, 3, 1, dan 4; setiap sisa menjadi pembagi berikutnya.
Algoritme Euklides untuk 43/19. 43=2×19+5; 19=3×5+4; 5=1×4+1; 4=4×1+0; hasil baginya membentuk [2;3,1,4].43 = 2 × 19 + 519 = 3 × 5 + 45 = 1 × 4 + 14 = 4 × 1 + 043/19 = [2; 3, 1, 4]
Batang memakai skala bersama 468 bagian: panjang berwarna 117+26+1 membentuk 144/468 = 4/13. Segmen 1/468 diperbesar pada sisipan dan tidak sesuai skala.
Penguraian Mesir 4/13 menjadi tiga pecahan satuan. Pada skala yang sama, 1/4 menempati 117/468, 1/18 menempati 26/468, dan 1/468 menempati satu bagian; jumlahnya 144/468=4/13. Sisipan memperbesar segmen 1/468 agar terlihat; ukurannya tidak memakai skala batang. 1 utuh = 468 bagian1/41/181/4681/4 + 1/18 + 1/468 = 4/13
Konvergen berurutan 2 < 9/4 < 43/19 < 7/3 pada garis 2 sampai 2,4.
Konvergen [2;3,1,4] pada garis bilangan. Titik 2, 9/4, 43/19, dan 7/3 memakai skala yang sama; 43/19 adalah nilai eksak dari potongan terakhir. 2,429/443/197/3

Hitung konvergen tanpa menganggapnya sebagai suku penjumlahan

Pecahan juga dapat dibentuk kembali dengan relasi berulang. Untuk koefisien a₀, a₁, …, mulai dengan p₋₂ = 0, p₋₁ = 1, q₋₂ = 1, dan q₋₁ = 0; lalu hitung pₙ = aₙpₙ₋₁ + pₙ₋₂ dan qₙ = aₙqₙ₋₁ + qₙ₋₂. Untuk [2; 3, 1, 4], konvergen berturut-turut adalah 2/1, 7/3, 9/4, dan 43/19. Sebagai contoh, pembilang terakhir adalah 4 × 9 + 7 = 43 dan penyebutnya 4 × 4 + 3 = 19.

Periksa dua suku berurutan dengan perkalian silang: 7 × 4 − 9 × 3 = 1 dan 9 × 19 − 43 × 4 = −1. Hubungan ini menegaskan bahwa keduanya berurutan dalam ekspansi yang sama; bukan berarti keduanya dijumlahkan. Pembagian Euclid memeriksa jalur sebaliknya dari 43/19 ke koefisiennya. Gunakan relasi berulang untuk mengecek daftar yang lebih panjang sambil mengingat bahwa setiap konvergen adalah pecahan eksak.

Mengapa setiap pengurangan tetap eksak dan berakhir

Untuk sisa positif yang kurang dari satu a/b, pilih k = ⌈b/a⌉. Maka 1/k tidak melebihi a/b dan merupakan pecahan satuan terbesar yang muat; sisa baru adalah a/b − 1/k = (ak − b)/(bk). Jika tidak nol, pembilang ak − b positif dan lebih kecil dari a karena k adalah bilangan bulat terkecil yang mencapai b/a. Menyederhanakan pecahan hanya dapat membuat pembilang ini lebih kecil. Karena itu, untuk bilangan rasional positif, sisa eksak akhirnya mencapai nol: bilangan bulat positif berkurang pada setiap langkah.

Untuk 4/13, k = 4 menyisakan 3/52; kemudian k = 18 menyisakan 1/468; pecahan satuan terakhir menghapus sisa itu secara eksak. Karena setiap sisa baru lebih kecil dari 1/k, pecahan satuan berikutnya, jika diperlukan, memiliki penyebut lebih besar dari k. Inilah alasan penyebutnya berbeda tanpa mengubah atau membulatkan nilai.

Koefisien terakhir 1 mengubah daftar, bukan bilangan rasionalnya

Pembagian bulat dapat menghasilkan daftar lain untuk bilangan yang sama ketika koefisien terakhirnya 1. Contohnya, 5 = 2 × 2 + 1 dan 2 = 2 × 1 + 0, sehingga 5/2 = [2; 2] = 2 + 1/2. Daftar [2; 1, 1] juga bernilai 2 + 1/(1 + 1) = 5/2. Bentuk kanonisnya adalah [2; 2], dengan koefisien terakhir lebih besar dari 1. Secara umum, akhiran …, b, 1 dapat digabung menjadi …, b + 1.

Potongan antara juga berubah: [2; 1] = 3, sedangkan [2; 2] langsung bergerak dari 2 ke 5/2. Saat membandingkan daftar, hitung kembali setiap nilai lengkap dan periksa secara terpisah arti konvergen-konvergen sebelumnya.

Periksa representasi lengkap dan batasnya

  1. Rekonstruksi: membalik langkah dari kanan, [2; 3, 1, 4] kembali menjadi 43/19.
  2. Potongan antara: [2; 3] = 2 + 1/3 = 7/3; ini konvergen, bukan nilai akhir 43/19.
  3. Jumlah pecahan satuan: 1/4 + 1/18 + 1/468 = (117+26+1)/468 = 144/468 = 4/13.
  4. Sisa: jika penguraian berhenti sebelum tuntas, tulis nilai awal = jumlah parsial + sisa; jangan nyatakan jumlah parsial sebagai kesetaraan lengkap.

Alat pecahan berlanjut menerima bilangan rasional eksak dan daftar berhingga; alat ini tidak mendeteksi periode tak berhingga dari bilangan irasional. Penguraian Mesir di sini berlaku untuk rasional tak negatif, memisahkan bagian bulat terlebih dahulu, dan menggunakan metode greedy. Jika mencapai batas jumlah suku atau ukuran bilangan bulat, pertahankan sisa eksak dan nyatakan bahwa hasilnya belum lengkap.

Bacaan terkait: pecahan aljabar dan persamaan.

Pertanyaan umum

Apakah konvergen terakhir pecahan berlanjut berhingga bernilai tepat?

Ya, jika semua koefisien daftar dipakai, nilai rasional awal diperoleh tepat. Pada koefisien 2, 3, 1, dan 4, konvergen terakhir 43/19. Konvergen sebelumnya 2, 7/3, dan 9/4 ialah potongan antara yang belum sama dengan nilai akhir.

Bisakah satu pecahan mempunyai dua daftar koefisien berlanjut?

Bisa. Nilai 5/2 mempunyai koefisien 2 dan 2 karena 2 + 1/2 = 5/2. Daftar 2, 1, dan 1 juga sama karena 2 + 1/(1 + 1) = 5/2. Bentuk kanonis berakhir dengan koefisien lebih dari satu.

Bagaimana pembagian berulang menghasilkan koefisien 43/19?

Bagi berulang dengan memakai sisa sebagai pembagi berikutnya: 43 = 2 × 19 + 5, lalu 19 = 3 × 5 + 4, 5 = 1 × 4 + 1, dan 4 = 4 × 1. Koefisiennya ialah hasil bagi 2, 3, 1, dan 4.

Apakah pecahan berlanjut untuk bilangan irasional berhingga?

Tidak. Pecahan berlanjut sederhana bilangan irasional mempunyai koefisien tanpa akhir; daftar berhingga selalu menghasilkan rasional. Contohnya, √2 mempunyai koefisien 1 lalu angka 2 yang terus berulang. Kalkulator terkait di situs bekerja dengan rasional eksak dan daftar berhingga.

Apakah metode greedy Mesir selalu menghasilkan jumlah suku paling sedikit?

Tidak. Metode greedy memilih pecahan satuan terbesar yang tidak melebihi sisa pada tiap langkah, bukan mengoptimalkan jumlah suku. Satu rasional dapat mempunyai beberapa uraian yang sah. Periksa jumlah pecahan dan penyebut berbeda, tanpa menganggap hasil greedy paling pendek.

Mengapa penyebut pecahan satuan Mesir harus berbeda?

Penyebut berbeda merupakan syarat representasi Mesir yang digunakan di sini. Jumlah 1/3 + 1/3 memang bernilai 2/3 tetapi mengulang penyebut. Bentuk 1/2 + 1/6 bernilai sama dan memenuhi syarat karena kedua penyebut berbeda serta pembilangnya satu.

Bagaimana metode greedy menguraikan pecahan Mesir 5/6?

Pecahan satuan terbesar yang tidak melebihi 5/6 ialah 1/2. Sisanya 5/6 − 1/2 = 1/3, sehingga uraian selesai: 5/6 = 1/2 + 1/3. Penyebutnya berbeda dan jumlahnya dapat diperiksa sebagai 3/6 + 2/6.

Bagaimana pecahan Mesir menuliskan nilai yang lebih besar dari satu?

Pisahkan bagian bulat, lalu uraikan bagian pecahannya menjadi pecahan satuan. Misalnya, 7/4 = 1 + 3/4 = 1 + 1/2 + 1/4. Bagian bulat bukan daftar koefisien bertingkat; seluruh suku pada bentuk ini dijumlahkan.

Apa perbedaan cara membaca pecahan berlanjut dan pecahan Mesir?

Pecahan berlanjut memakai kebalikan bertingkat dan dihitung dari kanan. Pecahan Mesir memakai penjumlahan pecahan satuan. Untuk 3/4, bentuk berlanjut 1/(1 + 1/3), sedangkan bentuk Mesir 1/2 + 1/4. Angka pada kedua bentuk mempunyai peran berbeda.

Bagaimana memeriksa hasil Mesir yang berhenti sebelum sisa nol?

Jumlahkan seluruh pecahan satuan yang sudah diperoleh, bagian bulat jika ada, dan sisa eksaknya. Jumlah itu harus sama dengan nilai awal. Jika sisanya belum nol, jumlah parsial saja belum merupakan uraian lengkap dan harus dijelaskan sebagai hasil yang belum selesai.

Langkah berikutnya

Pecahan Berlanjut Kalkulator pecahan berlanjut untuk rasional eksak dan daftar koefisien.
Laporkan kesalahanCara kami menangani koreksi

Gunakan kalkulator pecahan

KALKULATOR SELALU SIAP DIGUNAKAN

Simpan kalkulator

Buka menu browser lalu pilih “Instal aplikasi” atau “Tambahkan ke Layar Utama”. Kamu juga bisa menandai halaman ini.